<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>The Udut&#039;s Horizon</title>
	<atom:link href="http://sudutlemari.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sudutlemari.wordpress.com</link>
	<description>Apa yang terjadi ketika lemari yang vertikal dibaringkan secara horizontal? adalah wilayah ruang yang lebih luas.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Feb 2010 12:51:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sudutlemari.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/2ddaf82bec9def1c6f376ca7dd19eb26?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>The Udut&#039;s Horizon</title>
		<link>http://sudutlemari.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sudutlemari.wordpress.com/osd.xml" title="The Udut&#039;s Horizon" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sudutlemari.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Rumah Dara(h)</title>
		<link>http://sudutlemari.wordpress.com/2010/02/05/rumah-darah/</link>
		<comments>http://sudutlemari.wordpress.com/2010/02/05/rumah-darah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 12:51:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>udut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudutlemari.wordpress.com/?p=353</guid>
		<description><![CDATA[Shareefa Danish, Imelda Therine dan Jullie Estelle. What do you expect when knowing these three cute girls staring a movie? Cute movie? Rumah Dara(h) adalah jawaban yang paling tepat untuk mengambarkan bahwa cuteness kills. Rumah Dara berangkat dari premis sederhana dan klasik tentang sekelompok orang yang sedang dalam perjalanan menuju pulang dan ditengah jalan tiba-tiba [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudutlemari.wordpress.com&amp;blog=10279764&amp;post=353&amp;subd=sudutlemari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2010/02/macabre.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-351" title="macabre" src="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2010/02/macabre.jpg?w=300&#038;h=198" alt="" width="300" height="198" /></a>Shareefa Danish, Imelda Therine dan Jullie Estelle.  What do you expect when knowing these three cute girls staring a movie? Cute movie?  Rumah Dara(h) adalah jawaban yang paling tepat untuk mengambarkan bahwa cuteness kills. Rumah Dara berangkat dari premis sederhana dan klasik tentang sekelompok orang yang sedang dalam perjalanan menuju pulang dan ditengah jalan tiba-tiba bertemu dengan sesosok wanita yang fragile dan cantik, Maya. Maya yang mengaku habis dirampok kemudian minta untuk diantarkan pulang. It sounds familiar, right? Film ini jelas bukanlah sebuah film yang akan membuat dahi anda berkerut-kerut atau sebuah film yang membuat anda terpingkal-pingkal. Rumah Dara diciptakan untuk membuat anda menahan sekuat tenaga kemauan anda untuk mengalihkan pandangan dari layar. Jika anda adalah penikmat film-film gore macam Texas Chainsaw Massacre atau Saw, maka Rumah Dara adalah gabungan kebrutalan Hollywood dengan sentuhan misteri Asia. Dara, the mother of all fear diperankan dengan sangat memukau oleh Shareefa Danish, memang menebar aroma ketakutan sejak kemunculannya pertama kali. Keadaan menjadi semakin menyeramkan ketika adegan Dara duel dengan Alya yang diperankan oleh Julie Estelle. Rumah Dara membuat saya berkali-kali menaikkan kaki ke kursi, mengenggamnya erat-erat  sambil memastikan bahwa kaki saya masih lengkap. Salah satu adegan pembuka yang saya suka sekaligus mengingatkan saya pada film Pintu Terlarang-nya Joko Anwar adalah adegan di meja makan. Adegan klasik ini makin terasa suasana klasiknya dengan backsound lagu-lagu dengan nuansa klasik Indonesia.   So, what do you expect when knowing these three cute girls staring a movie? It’s not a cute movie, It’s a movie about cutting.   The Mo Brothers benar-benar masa depan perfilman Indonesia.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sudutlemari.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sudutlemari.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sudutlemari.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sudutlemari.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sudutlemari.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sudutlemari.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sudutlemari.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sudutlemari.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sudutlemari.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sudutlemari.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sudutlemari.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sudutlemari.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sudutlemari.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sudutlemari.wordpress.com/353/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudutlemari.wordpress.com&amp;blog=10279764&amp;post=353&amp;subd=sudutlemari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudutlemari.wordpress.com/2010/02/05/rumah-darah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f039c2217363cebcbabfaead4074b20f?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">udut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2010/02/macabre.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">macabre</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Bagian Kedua: Ramah Tamah dan Meludah-ludah di Kampung Yensei</title>
		<link>http://sudutlemari.wordpress.com/2009/11/23/cerita-bagian-kedua-ramah-tamah-dan-meludah-ludah-di-kampung-yensei/</link>
		<comments>http://sudutlemari.wordpress.com/2009/11/23/cerita-bagian-kedua-ramah-tamah-dan-meludah-ludah-di-kampung-yensei/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 16:09:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>udut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Papua]]></category>
		<category><![CDATA[Wamesa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudutlemari.wordpress.com/?p=341</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini merupakan lanjutan dari Cerita Bagian Awal. Kampung kedua yang kami kunjungi di Distrik Wamesa, Kabupaten Teluk Bintuni Papua Barat adalah Kampung Yensei. Dari Kampung Idoor, perjalanan ke Yensei memakan waktu sekitar lima jam menggunakan long boat melewati daerah aliran sungai, muara dan rawa-rawa. Perjalanan dilakukan pagi-pagi untuk menghindari surutnya air muara, karena satu-satunya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudutlemari.wordpress.com&amp;blog=10279764&amp;post=341&amp;subd=sudutlemari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini merupakan lanjutan dari <a href="http://sudutlemari.wordpress.com/2009/10/19/cerita-papua-bagian-awal-wamesa/">Cerita Bagian Awal.</a></p>
<p>Kampung kedua yang kami kunjungi di Distrik Wamesa, Kabupaten Teluk Bintuni Papua Barat adalah Kampung Yensei. Dari Kampung Idoor, perjalanan ke Yensei memakan waktu sekitar lima jam menggunakan long boat melewati daerah aliran sungai, muara dan rawa-rawa. Perjalanan dilakukan pagi-pagi untuk menghindari surutnya air muara, karena satu-satunya akses masuk ke Kampung Yensei adalah melalui aliran sungai yang sempit yang hanya dapat dilewati dari Kampung Idoor dengan cara memutar di daerah muara dan mengambil arah kanan (sepertinya petunjuk ini percuma saja hehe). Dan akhirnya dari kejauhan Jetty (dermaga kecil) Yensei terlihat.<span id="more-341"></span> Kami segera di sambut oleh Bapak Artaban, sekretaris kampong. Orangnya ramah dan mudah senyum. Dalam beberapa kesempatan beliau bahkan lebih Jawa daripada orang Jawa asli karena sikapnya yang halus dan ramah. Selama dua hari di Yensei kami menginap di rumah Bapak Artaban yang terletak di daerak ketinggian di dekat kaki bukit.<br />
Yang sangat menarik dari masyarakat di Yensei adalah sikap kegotong royongan yang sangat kuat. Pada saat kami datang, para pria sedang bekerja di hutan untuk mencari sagu dan kayu yang hasilnya digunakan oleh salah satu keluarga untuk biaya sekolah anaknya di luar daerah. Begitu mendengar kabar ada tamu yang datang, mereka segera bergegas turun ke jetty dan tanpa dikomandoi semua tas-tas, derigen solar, dan kardus-kardus kami langsung di angkat menuju rumah Pak Artaban.  Tidak ada wajah sinis yang kami tangkap dari mereka. Mereka memang lebih miskin daripada Kampung lainnya di Distrik Wamesa tapi mereka juga yang paling penolong satu sama lain. Alhasil proses pendataan warga juga berlangsung mudah karena besoknya kami segera turun ke rumah-rumah penduduk ditemani oleh pemuda-pemuda Kampung Yensei. Sorenya, sebelum mandi di sungai, kami bermain voli dan sepak bola bersama. Tua, muda, lekaki dan perempuan semuanya kompak dan menyenangkan. Saya sempat berujar mungkin inilah persahabatan papua itu.  Walaupun penduduk di Distrik Wamesa seratus persen beragam Kristen Protestan, namun kami sama sekali tidak menemui kendala dalam menjalankan ibadah. Begitu melihat gelagat kami mengambil wudu maka si Tuan Rumah akan langsung menyediakan tempat salat dan memastikan kami tidak terganggu. Sembari salat, Pak Artaban atau siapapun yang ada di rumah itu akan memastikan anjingnya tidak datang mendekat ke tempat kami salat. Sungguh indah. Bagi saya mungkin sikapnya terlalu berlebihan tapi di satu sisi saya juga memahami betapa sebenarnya kebahagiaan adalah perasaan yang muncul karena sikap saling menghargai antar manusia. Saya Padang, dia Papua, saya Islam, dia Kristen, tapi kami saling menghormati. Maka tak heran dalam waktu sehari saja kami sudah merasa terhubung dengan keluarga Pak Artaban dan warga Kampung Yensei.</p>
<div id="attachment_345" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/11/9016_1128134968953_1394562573_30373927_6857541_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-345" title="9016_1128134968953_1394562573_30373927_6857541_n" src="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/11/9016_1128134968953_1394562573_30373927_6857541_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Di tangga rumah Pak Artaban</p></div>
<p>Namun tentu saja kebiasan “aneh” Papua masih terasa di Yensei yang sebenarnya adalah hal yang biasa dan dapat dimaklumi. Kebiasaan yang saya maksud adalah meludah sirih pinang sembarangan. Biasanya setelah mengunyah-ngunyah sirih hingga bewarna merah, prosesi penting selanjutnya dalam ritual sirih-sirihan ini adalah meludahkan ampas sirihnya ke bawah. Tentu saja konsep bawah ini sangat denotatif. Tergantung si peludah sedang berada di mana, jika berada di rumah, maka bawah berarti lantai rumah, jika berada di jalan maka bawah adalah tanah dan jika berada di sungai bawah adalah sungai. Jangan heran dan terkejut jika pada saat anda sedang mengobrol dengan mereka, kebiasaan ini muncul. Biasanya mereka langsung meludah tepat di depan anda dengan tarikan khas pada mulut. Hehe. Tak jarang pada sebagian rumah, kebiasaan ini disiasati dengan mebuat lantai rumah yang dari bambu yang disusun agak jarang sehingga menyisakan sedikit ruang di sela-sela bambu. Tujuannya agar pada saat kebiasaan itu muncul, mereka tinggal meng-agak-agak arah ludahannya kea rah sela lubang tadi. Hampir di semua bangunan dan jalanan di Teluk Bintuni banyak terdapat noda merah yang tentu diakibatkan oleh sirih pinang tadi.<br />
Lalu. Bagaimana malam dihabiskan di Yensei? Rumah Pak Artaban satu-satunya rumah yang listriknya menyala (dengan jenset). Maka tiap malam, rumah Pak Artaban bakal meriah oleh suara music yang menghentak-hentak dari perangkat TV dan VCD bajakan yang biasanya di dapat di ibu kota kabupaten. Dan “pesta” tersebut berlangsung sampai larut malam. Dan malangnya tempat kami tidur tepat di bawah televisi.</p>
<div id="attachment_346" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/11/9016_1128135088956_1394562573_30373930_352170_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-346" title="9016_1128135088956_1394562573_30373930_352170_n" src="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/11/9016_1128135088956_1394562573_30373930_352170_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Berfoto dengan warga Yensei sebelum meninggalkan Yensei menuju Kampung Yakati</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sudutlemari.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sudutlemari.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sudutlemari.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sudutlemari.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sudutlemari.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sudutlemari.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sudutlemari.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sudutlemari.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sudutlemari.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sudutlemari.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sudutlemari.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sudutlemari.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sudutlemari.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sudutlemari.wordpress.com/341/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudutlemari.wordpress.com&amp;blog=10279764&amp;post=341&amp;subd=sudutlemari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudutlemari.wordpress.com/2009/11/23/cerita-bagian-kedua-ramah-tamah-dan-meludah-ludah-di-kampung-yensei/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f039c2217363cebcbabfaead4074b20f?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">udut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/11/9016_1128134968953_1394562573_30373927_6857541_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">9016_1128134968953_1394562573_30373927_6857541_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/11/9016_1128135088956_1394562573_30373930_352170_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">9016_1128135088956_1394562573_30373930_352170_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Donor Darah: A drop of your blood means a lot.</title>
		<link>http://sudutlemari.wordpress.com/2009/11/13/donor-darah-a-drop-of-your-blood-means-a-lot/</link>
		<comments>http://sudutlemari.wordpress.com/2009/11/13/donor-darah-a-drop-of-your-blood-means-a-lot/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 18:38:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>udut</dc:creator>
				<category><![CDATA[humanitarian]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudutlemari.wordpress.com/?p=332</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah terpikir bahwa anda bisa menyelematkan nyawa seseorang dengan darah anda? Kalau anda sepakat dengan sunnah Nabi yang mengatakan sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain, maka mendonorkan darah mungkin adalah satu dari sekian banyak cara menjadi manusia yang bermanfaat tersebut. Saya pribadi sebenarnya sudah lama tertarik ingin mendonorkan darah. Namun, perasaan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudutlemari.wordpress.com&amp;blog=10279764&amp;post=332&amp;subd=sudutlemari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://phillipphiles.files.wordpress.com/2009/05/blood-drive.jpg?w=272&#038;h=384" alt="" width="272" height="384" />Pernahkah terpikir bahwa anda bisa menyelematkan nyawa seseorang dengan darah anda? Kalau anda sepakat dengan sunnah Nabi yang mengatakan sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain, maka mendonorkan darah mungkin adalah satu dari sekian banyak cara menjadi manusia yang bermanfaat tersebut. Saya pribadi sebenarnya sudah lama tertarik ingin mendonorkan darah. Namun, perasaan yang sering muncul kala itu (yang kemudian menggugurkan niat saya) adalah TAKUT. Membayangkan jarum suntik menusuk pergelangan tangan kita, melihat darah yang disedot keluar melalui selang, dan segala macam ketakutan lainnya. Ya, saya pun dulu demikian. <span id="more-332"></span>Apalagi dengan pengalaman melihat teman yang pingsan selepas donor darah waktu SMA dulu. Waktu saya mengatakan: &#8220;Ok, donor darah bukan untuk saya!&#8221;  Keadaan kemudian berubah, berawal dari sms seorang kawan yang meminta saya untuk mendonorkan darah karena ada temannya yang kecelakaan dan membutuhkan darah secepatnya. Waktu itu dalam pikiran saya yang terlintas adalah mungkinkah ini momennya. Kenyataan yang sedang ada di depan saya adalah pertama, ada orang yang sedang berada di antara hidup dan mati. Kedua, kawan saya meng-sms saya. Kenapa saya? Apakah ini kebetulan atau memang Tuhan sedang menunggu saya untuk memutuskan.</p>
<p>Maka saya pikir: Ok, baiklah. Sekarang atau tidak sama sekali. Dan ya, saya menyanggupi sms kawan saya dan segera meluncur ke ruang tranfusi darah. Mendaftar, cek darah, cek HB, cek berat badan dan siap. Siap untuk mendonorkan darah untuk pertama kalinya dalam hidup saya. Jangan tanya apa yang saya rasakan sebelum jarum itu ditusukkan ke lengan saya. Perasaanya sangat tegang dengan jantung berdegup amat kencang. Dan ternyata perasaan itu justru membantu ketika darah saya disedot. Darah mengalir kencang menuju kantong darah. Hah, selesai.   Apa yang saya rasakan setelahnya? Ringan. Badan saya serasa sangat enteng. Wajah saya terus menerus tersenyum bahagia.</p>
<p>Memang ada pendapat yang mengatakan bahwa donor darah itu baik buat kesehatan si pendonor karena proses replikasi darah yang rusak dapat berlangsung baik. Namun, saya tahu pasti bukan itu yang membuat saya bahagia. Adalah perasaan bahagia karena saya telah mengatasi salah satu ketakutan terbesar saya dan bahagia kedua karena saya telah melakukan sesuatu yang benar. Tuhan menunggu saya untuk menentukan dua pilihan, iya dan tidak. Dan saya yakin, saya telah melakukan yang benar.   Dan saya pun memutuskan akan menjadi pendonor darah tetap. Maksimal seorang pendonor baru bisa mendonorkan darahnya tiga bulan setelah donor sebelumnya. Sehingga dalam setahun kita maksimal bisa melakukan 4 kali donor darah. Donor darah saya yang kedua tepat tiga bulan kemudian. Saya ke RS dan segera melakukan donor darah. Ingat donor darah tidak selalu harus dalam keadaan gawat atau ketika ada orang yang benar-benar membutuhkan. Karena walaupun tidak dalam keadaan gawat setidaknya kita membantu stok darah tersedia dalam jumlah yang cukup. Donor darah ketiga saya lakukan tiga bulan kemudian.Saya sering mendapati stok darah di PMI atau RS-RS kurang sehingga ketika ada permintaan banyak secara mendadak (misal bencana alam) banyak yang tidak dapat tertolong. Saya kemudian membayangkan bahwa belasan juta pemuda-pemudi Indonesia yang sehat mau mendonorkan darahnya secara rutin maka kita tidak akan pernah kekurangan stok darah, tidak akan ada lagi makelar darah dan akan banyak nyawa yang bisa bertahan. Saya membayangkan sebuah gerakan massal. Sebuah tren.    Donor juga merupakan wujud rasa syukur atas limpahan rahmat dari Tuhan atas tubuh yang sehat.</p>
<p>So, bagaimana dengan kalian?</p>
<p>Tips untuk yang mau mendonorkan darah:</p>
<ol>
<li>Pergilah ke Rumah Sakit terdekat atau cabang dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan donorkan darah Anda. Ingat, anda tidak harus menunggu seseorang mengirim sms emergency kepada Anda.</li>
<li>Pastikan sehari atau dua hari sebelum melakukan donor, anda memiliki tidur yang cukup dan makan yang teratur. Berepa jam sebelum donor sebaiknya makanlah walau sedikit.</li>
<li>Jangan minum kopi sebelum melakukan donor karena kopi membuat tensi anda menjadi tinggi dan asam lambung meningkat.</li>
<li>Secara umum, pastikan tubuh anda dalam keadaan sehat dan fit.</li>
<li> Dan terakhir adalah relax. Santailah! Pada saat darah anda sedang &#8220;migrasi&#8221; berbincang-bincanglah dengan susternya. Atau sambil browsing internet. Atau kegiatan apapun yang membuat anda tenang.</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sudutlemari.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sudutlemari.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sudutlemari.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sudutlemari.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sudutlemari.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sudutlemari.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sudutlemari.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sudutlemari.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sudutlemari.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sudutlemari.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sudutlemari.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sudutlemari.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sudutlemari.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sudutlemari.wordpress.com/332/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudutlemari.wordpress.com&amp;blog=10279764&amp;post=332&amp;subd=sudutlemari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudutlemari.wordpress.com/2009/11/13/donor-darah-a-drop-of-your-blood-means-a-lot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f039c2217363cebcbabfaead4074b20f?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">udut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://phillipphiles.files.wordpress.com/2009/05/blood-drive.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Arogansi</title>
		<link>http://sudutlemari.wordpress.com/2009/11/11/arogansi/</link>
		<comments>http://sudutlemari.wordpress.com/2009/11/11/arogansi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 16:41:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>udut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat Studi Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<category><![CDATA[Warung Bu Siti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudutlemari.wordpress.com/?p=322</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Mobil itu mendekat ke arah kami yang sedang duduk-duduk di rumput selepas makan siang. Sebuah BMW putih. Nampak ia sedang mengukur jarak dan berusaha mengepaskan mobilnya. Kaca mobilnya ditutup. Sejenak mobil itu berhenti. Pintunya membuka sedikit. Kemudian sebuah kaki mulus bersepatu hak tinggi meluncur di balik pintu mobil yang dibuka sedikit, diarahkan ke arah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudutlemari.wordpress.com&amp;blog=10279764&amp;post=322&amp;subd=sudutlemari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p style="font-family:Calibri;font-size:11pt;margin:0;" lang="en-US">Mobil itu mendekat ke arah kami yang sedang duduk-duduk di rumput selepas makan siang. Sebuah BMW putih. Nampak ia sedang mengukur jarak dan berusaha mengepaskan mobilnya. Kaca mobilnya ditutup. Sejenak mobil itu berhenti. Pintunya membuka sedikit. Kemudian sebuah kaki mulus bersepatu hak tinggi meluncur di balik pintu mobil yang dibuka sedikit, diarahkan ke arah gelas dan piring yang berada di samping mobilnya. Brakkk…!!! Bingung atas apa yang sebenarnya dia inginkan, saya dan beberapa teman pun sontak berdiri. Kali ini pintu mobil kembali ia tutup. Mobil itu kemudian kembali seolah-olah hendak mengukur<span> </span>jarak. Meng-agak-agak. Entah apa yang sedang diingini si pemilik mobil. Kali ini ia menggas mobilnya menuju dua buah motor yang sedang parkir. Dan dua motor malang itu pun ambruk. Kaget, teman saya langsung berlari ke arah motor dan segera mendirikan lagi motor yang sudah terjerembab ke semen tersebut. Pintu dan kaca mobil tetap tertutup. Hingga kemudian sosok itu keluar. Seorang perempuan berumur 30-an, rambut panjang sebahu yang dicat agak pirang, kaca mata mahal mantap menghias matanya. Dengan tenang ia keluar dan berkata:</p>
<blockquote>
<p style="font-family:Calibri;font-size:11pt;margin:0;" lang="en-US">Mas, itu motornya ya?</p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="font-family:Calibri;font-size:11pt;margin:0;" lang="en-US">Ga buk. Itu motor karyawan di dalam.</p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="font-family:Calibri;font-size:11pt;margin:0;" lang="en-US">Oh, begitu. Sorry ya. Sudah lama kantor saya dibikin kotor oleh warung itu. Termasuk rumput yang mas injak itu. Saya keluar uang mahal untuk bersihin semua.</p>
</blockquote>
<p style="font-family:Calibri;font-size:11pt;margin:0;" lang="en-US">Ia kemudian terus berlalu, masuk ke dalam kantor.</p>
<p style="font-family:Calibri;font-size:11pt;margin:0;" lang="en-US">Saya hanya terdiam. Tak menyangka bahwa kejadian tadi terjadi di Jogja. Di lingkungan kampus UGM. Di Pusat Studi &#8220;Dasar Negara&#8221; dan dilakukan oleh seorang perempuan bertampang intelek, modern dan <span style="text-decoration:line-through;">berada</span><span style="text-decoration:line-through;">b</span>.</p>
<p style="font-family:Calibri;font-size:11pt;margin:0;" lang="en-US"><span id="more-322"></span></p>
<p style="font-family:Calibri;font-size:11pt;margin:0;" lang="en-US">Kejadian itu baru saja terjadi di depan warung Bu Siti, warung favorit mahasiswa berkantong kere karena<span> </span>Bu Siti ini sepertinya tidak suka mengambil untung banyak dari makanan yang ia jual. Karena tempatnya kecil, sementara pembeli makanannya banyak sekali. Maka beberapa mahasiswa memilih untuk menikmati makanannya di pinggir pagar rumah-rumah sekitar, dalam kasus ini adalah Pusat Studi &#8220;Dasar Negara&#8221;. Selama ini juga tidak ada mahasiswa yang mengotori, mencoret-coret atau melakukan tindakan tidak terpuji lainnya terhadap pinggir halaman tempat kami biasa numpang makan. Memang terlihat sangat tidak &#8220;nyaman&#8221; bagi sebagian orang melihat sekumpulan mahasiswa makan di tepi jalan atau disamping pagar rumahnya. Tapi kami, mahasiswa hanya numpang menaruh pantat buat makan. Tok. Tidak ada guling-gulingan atau main sepak bola di tempat tersebut. Hanya makan.</p>
<p style="font-family:Calibri;font-size:11pt;margin:0;" lang="en-US">Namun ternyata ada beberapa orang yang (dipastikan tidak pernah mengalami nasib kere) yang tidak senang dengan pemandangan itu. Apalagi pemandangan tersebut tepat terjadi di depan kantornya. Jika ia tidak berkenan kenapa tidak mengatakan baik-baik, bahwa dilarang makan di sekitar &#8220;wilayah&#8221; kantornya atau memberi peringatan yang bisa dibaca semua orang. Saya yakin kalau seperti itu pasti mahasiswa juga sadar dan akan cari tempat lainnya. Namun protes dan kesal dengan melakukan aksi pengrusakan secara sengaja terhadap barang orang lain adalah sebuah tindakan barbar. Sangat jauh dari kesan &#8220;modern&#8221; yang ingin disampaikan dari penampilan fisik si perempuan arogan tadi. Baginya piring dan gelas pecah tidak berarti apa-apa, tapi bagi bu Siti itu merupakan modal kerjanya. Bagi perempuan tersebut yang sehari-harinya mengenderai BMW, mungkin menganggap motor yang rusak karena ditabrak bukan apa-apa, tapi yang punya motor (yang harus nyicil bertahun-tahun untuk melunaskannya) adalah sesuatu yang besar. Dan yang paling membuat saya kesal adalah tindakan tersebut dilakukan oleh seseorang yang punya kendali besar di Pusat Studi &#8220;Dasar Negara&#8221; yang konon katanya kerakyatan. Hari ini saya tak habis pikir. Sungguh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sudutlemari.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sudutlemari.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sudutlemari.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sudutlemari.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sudutlemari.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sudutlemari.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sudutlemari.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sudutlemari.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sudutlemari.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sudutlemari.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sudutlemari.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sudutlemari.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sudutlemari.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sudutlemari.wordpress.com/322/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudutlemari.wordpress.com&amp;blog=10279764&amp;post=322&amp;subd=sudutlemari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudutlemari.wordpress.com/2009/11/11/arogansi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f039c2217363cebcbabfaead4074b20f?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">udut</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rencana yang Gagal</title>
		<link>http://sudutlemari.wordpress.com/2009/11/10/rencana-yang-gagal/</link>
		<comments>http://sudutlemari.wordpress.com/2009/11/10/rencana-yang-gagal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 06:48:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>udut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudutlemari.wordpress.com/?p=305</guid>
		<description><![CDATA[Bangun telat pagi ini karena baru tidur jam 2 malam. Cek email dan alhamdulillah ada email baru dari narasumber saya. Rencana hari ini adalah menyelesaikan revisi skripsi secepatnya sehingga mungkin besok atau lusa saya bisa segera mengumpulkannya kepada dosen pembimbing. Ok, hari ini saya off dulu dari MAP, libur sehari buat ke perpus. Nah, di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudutlemari.wordpress.com&amp;blog=10279764&amp;post=305&amp;subd=sudutlemari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bangun telat pagi ini karena baru tidur jam 2 malam. Cek email dan alhamdulillah ada email baru dari narasumber saya. Rencana hari ini adalah menyelesaikan revisi skripsi secepatnya sehingga mungkin besok atau lusa saya bisa segera mengumpulkannya kepada dosen pembimbing. Ok, hari ini saya off dulu dari <a href="http://www.map.ugm.ac.id">MAP</a>, libur sehari buat ke perpus. Nah, di sinilah godaan itu mulai. Ke kampus tak lengkap rasanya kalau tidak mampir ke lobi jurusan. Maka saya pun bergerak ke sana dan bertemu dengan teman-teman saya yg sudah lama tidak berjumpa. Ngobrol. Sampai siang. Lalu, saya dibujuk rayu untuk makan siang di Warung Bu Siti, warung murah <span style="text-decoration:line-through;">meriah</span> <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  di Kawasan Perumahan Dosen UGM. Pulang ke kos. Tidur siang. Dan sehabis magrib ada jdwal kumpul-kumpul di kosan temen yg baru balik dr mudik panjangnya. Ok, mungkin habis dr kos temen saya bisa segera ke perpus malam-malam dan menunaikan urusan. Apa lacur, jam sembilan malam, temen-temen KKN saya dulu malah ngajak ngopi-ngopi di Jambur sambil main poker. Dan saya tahu, acaranya biasanya baru rampung sekitar jam 1 malam. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hah, dan sialnya kejadian itu terus berulang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sudutlemari.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sudutlemari.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sudutlemari.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sudutlemari.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sudutlemari.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sudutlemari.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sudutlemari.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sudutlemari.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sudutlemari.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sudutlemari.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sudutlemari.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sudutlemari.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sudutlemari.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sudutlemari.wordpress.com/305/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudutlemari.wordpress.com&amp;blog=10279764&amp;post=305&amp;subd=sudutlemari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudutlemari.wordpress.com/2009/11/10/rencana-yang-gagal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f039c2217363cebcbabfaead4074b20f?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">udut</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sang Pemimpi</title>
		<link>http://sudutlemari.wordpress.com/2009/11/04/sang-pemimpi/</link>
		<comments>http://sudutlemari.wordpress.com/2009/11/04/sang-pemimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 04:31:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>udut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudutlemari.wordpress.com/2009/11/04/sang-pemimpi</guid>
		<description><![CDATA[Here is the most anticipated Indonesian movie this year. Sang Pemimpi, as the sequel of Laskar Pelangi, the most watched movie in 2008, is about to bring a story of three boys in Belitong. Raised from the best selling novel, Sang Pemimpi from Andrea Hirata, this movie is hoped to make a same success with [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudutlemari.wordpress.com&amp;blog=10279764&amp;post=28&amp;subd=sudutlemari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/11/sang-pemimpi-poster.jpg"><img class="aligncenter" src="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/11/sang-pemimpi-poster.jpg?w=198" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Here is the most anticipated Indonesian movie this year. Sang Pemimpi, as the sequel of Laskar Pelangi, the most watched movie in 2008, is about to bring a story of three boys in Belitong. Raised from the best selling novel, Sang Pemimpi from Andrea Hirata, this movie is hoped to make a same success with its previous. Some musicians star this Movie, like Nugie, Jay Subianto and Nazril Ilham a.k.a Ariel Peterpan. And also there is a special performance form Landung Simaptupang. I&#8217;ve met him once, and I believe he&#8217;s gonna steal the attention!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sudutlemari.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sudutlemari.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sudutlemari.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sudutlemari.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sudutlemari.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sudutlemari.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sudutlemari.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sudutlemari.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sudutlemari.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sudutlemari.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sudutlemari.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sudutlemari.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sudutlemari.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sudutlemari.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudutlemari.wordpress.com&amp;blog=10279764&amp;post=28&amp;subd=sudutlemari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudutlemari.wordpress.com/2009/11/04/sang-pemimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f039c2217363cebcbabfaead4074b20f?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">udut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/11/sang-pemimpi-poster.jpg?w=198" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Smile in West Papua</title>
		<link>http://sudutlemari.wordpress.com/2009/10/20/smile-in-west-papua/</link>
		<comments>http://sudutlemari.wordpress.com/2009/10/20/smile-in-west-papua/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 13:11:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>udut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Children]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Papua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudutlemari.wordpress.com/2009/10/20/smile-in-west-papua</guid>
		<description><![CDATA[This photo was taken in the period of my journey in West Papua last August. Kampung Yensei, Wamesa District only has one school which is only available for elementary grade. With minimum facilities, these kids seemed happy despite their lack of luck in getting appropriate education.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudutlemari.wordpress.com&amp;blog=10279764&amp;post=119&amp;subd=sudutlemari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/10/3899638260_d6e8022d35.jpg"><img class="aligncenter" src="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/10/3899638260_d6e8022d35.jpg?w=300" border="0" alt="" /></a></p>
<p>This photo was taken in the period of my journey in West Papua last August. Kampung Yensei, Wamesa District only has one school which is only available for elementary grade. With minimum facilities, these kids seemed happy despite their lack of luck in getting appropriate education.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sudutlemari.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sudutlemari.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sudutlemari.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sudutlemari.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sudutlemari.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sudutlemari.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sudutlemari.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sudutlemari.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sudutlemari.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sudutlemari.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sudutlemari.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sudutlemari.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sudutlemari.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sudutlemari.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudutlemari.wordpress.com&amp;blog=10279764&amp;post=119&amp;subd=sudutlemari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudutlemari.wordpress.com/2009/10/20/smile-in-west-papua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f039c2217363cebcbabfaead4074b20f?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">udut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/10/3899638260_d6e8022d35.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Papua, Bagian Awal, Wamesa</title>
		<link>http://sudutlemari.wordpress.com/2009/10/19/cerita-papua-bagian-awal-wamesa/</link>
		<comments>http://sudutlemari.wordpress.com/2009/10/19/cerita-papua-bagian-awal-wamesa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 02:11:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>udut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Papua]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling]]></category>
		<category><![CDATA[Wamesa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudutlemari.wordpress.com/2009/10/19/cerita-papua-bagian-awal-wamesa</guid>
		<description><![CDATA[Saya beruntung memiliki kesempatan untuk menjelajah ke pulau paling timur di Indonesia, Papua. Lebih spesifik adalah Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Tujuan saya ke Tl. Bintuni sejatinya bukan untuk jalan-jalan namun kerjaan selama 1 bulan lebih. Untuk mencapai Tl. Bintuni, dari Jogja naik pesawat (Merpati) ke Makassar. Hampir semua penerbangan menuju Indonesia timur singgah di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudutlemari.wordpress.com&amp;blog=10279764&amp;post=27&amp;subd=sudutlemari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Saya beruntung memiliki kesempatan untuk menjelajah ke pulau paling timur di Indonesia, Papua. Lebih spesifik adalah Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Tujuan saya ke Tl. Bintuni sejatinya bukan untuk jalan-jalan namun kerjaan selama 1 bulan lebih.</p>
<p style="text-align:center;">
<a href="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/10/dscf5249.jpg"><img src="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/10/dscf5249.jpg?w=300" border="0" alt="" /></a><br />
<a href="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/10/dscf5300.jpg"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/10/dscf5300.jpg"><img src="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/10/dscf5300.jpg?w=300" border="0" alt="" /></a><br />
<a href="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/10/dscf5274.jpg"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/10/dscf5274.jpg"><img src="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/10/dscf5274.jpg?w=300" border="0" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:left;">Untuk mencapai Tl. Bintuni, dari Jogja naik pesawat (Merpati) ke Makassar. Hampir semua penerbangan menuju Indonesia timur singgah di Makassar. Lalu perjalanan dilanjutkan menuju Sorong, Papua Barat dengan Merpati. <span id="more-27"></span>Sorong merupakan kota terbesar kedua di pulau Papua setelah Jayapura. Ada banyak pusat perbelanjaan yg dapat ditemui di Sorong. Penduduknya pun ramai baik oleh warga lokal maupun pendatang. Kalau kebetulan kalian mampir di Sorong, maka yang tak boleh dilewatkan adalah makan malam di Tembok Berlin. Eh, jangan salah sangka dulu. Tembok Berlin Sorong bukanlah tembok tebal seperti tembok yang dulunya membagi Jerman menjadi dua negara, namun Tembok Berlin Sorong adalah sebuah kawasan tepi pantai yang banyak menjual aneka makanan laut, mulai dari ikan-ikan, kepiting, cumi dan lainnya. Nah, untuk makan malam di Tembok Berlin, saya memesan Kepiting Goreng Saus, harga IDR 35 ribu tapi dengan porsi yang amat sangat besar. Benar-benar membuat saya mandi peluh karena rasanya dan ukurannya yang maknyus. Selama dua hari di Sorong saya menginap di Hotel Mariat (hotel paling besar di Sorong) yang terletak tidak jauh dari bandara Domine Eduard Osok, Sorong dengan tarif kamar IDR 350 ribu semalam untuk double bed. Perjalan kemudian dilanjutkan menuju Kec. Babo Teluk Bintuni dengan menggunakan kapal laut Fajar Mulia selama lebih kurang 27 jam. Waktu normal perjalanan sebenarnya adalah 19 jam, namun karena di perairan Tanjung Sele gelombang laut sangat tinggi dan tidak mungkin untuk meneruskan perjalanan dengan kondisi kapal yang hampir terbalik, maka kapten kapal memutuskan untuk meminggirkan kapal ke tepi selama 1 malam. Jam 12 malam, kapal akhirnya merapat ke dermaga Babo. Babo bukanlah ibu kota kabupaten Teluk Bintuni, namun sejak perusahan British Petroleum membangun base campnya di kecamatan ini, maka kawasan Babo menjadi ramai dan kerap menjadi tempat persinggahan bagi para pelancong yg hendak melanjutkan perjalan ke Ibu Kota Kabupaten atau ke kecamatan-kecamatan lainnya.<br />
Tujuan saya adalah Distrik Wamesa yang hanya bisa ditempuh dengan menggunakan long boat (perahu kecil tapi panjang yg terbuat dr pohon yang dicukil bagian tengahnya). Dan perjalan ke Kampung Idoor, Ibu Kota Distrik (orang di sini menyebut kecamatan dengan distrik) Wamesa ditempuh dalam waktu seharian, melewati daerah rawa, muara, pinggir laut, rawa-rawa yang sangat sempit. Berangkat dari Babo jam 8 pagi dan baru sampai di Kampung Idoor selepas magrib. Perjalanan di atas long boat benar-benar menguras tenaga dan banyak keberanian, karena pada saat akan mencapai muara ada hujan yg cukup besar sehingga saya dan empat orang teman saya basah kuyup dan menggigil kedinginan.  Life Jacket menjadi asesori yang paling kami andalkan.<br />
Walaupun masih dalam kabupaten yg sama, Babo dan Wamesa, dua kecamatan yang tepisah oleh rawa-rawa dan laut tersebut memakan waktu 10 jam. Dengan keadaan yang teramat lelah, akhirnya kami sampai di Kampung Idoor. Di jetty (dermaga kecil) beberapa warga terlihat ramai berkumpul karena kedatangan kami. Dan untuk pertama kalinya saya melihat wajah-wajah orang-orang Papua pedalaman. Mereka kelihatan sangat ingin tahu siapa tamu mereka ini. Ya, mungkin kami kelihatan ganjil bagi mereka. Kami berlima yang memakai life jacket, mantel warna kuning dan merah, tas-tas ransel yang besar, dan 100 liter bensin.</p>
<p style="text-align:center;">
<a href="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/10/dscf5520.jpg"><img class="aligncenter" src="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/10/dscf5520.jpg?w=225" border="0" alt="" /></a><br />
<a href="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/10/dscf5626.jpg"><img src="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/10/dscf5626.jpg?w=300" border="0" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/10/dscf5511.jpg"><img src="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/10/dscf5511.jpg?w=300" border="0" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/10/dscf5633.jpg"><img src="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/10/dscf5633.jpg?w=300" border="0" alt="" /></a><br />
<a href="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/10/dscf5334.jpg"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/10/dscf5334.jpg"><img class="aligncenter" src="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/10/dscf5334.jpg?w=300" border="0" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:left;">Sempat terpikir bahwa kedatangan kami tidak disenangi dan mereka kemudian akan mengusir kami dengan tombak, namun keadaan justru sebaliknya, ketika sampai kami disambut dengan baik oleh perangkat distrik dan warga, dan selama di sana kami menginap di rumah sekretaris distrik, Bapak Yan Torembi yang baik hati. Tak ada listrik, tidak ada kamar mandi, tidak masalah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sudutlemari.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sudutlemari.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sudutlemari.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sudutlemari.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sudutlemari.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sudutlemari.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sudutlemari.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sudutlemari.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sudutlemari.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sudutlemari.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sudutlemari.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sudutlemari.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sudutlemari.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sudutlemari.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudutlemari.wordpress.com&amp;blog=10279764&amp;post=27&amp;subd=sudutlemari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudutlemari.wordpress.com/2009/10/19/cerita-papua-bagian-awal-wamesa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f039c2217363cebcbabfaead4074b20f?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">udut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/10/dscf5249.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/10/dscf5300.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/10/dscf5274.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/10/dscf5520.jpg?w=225" medium="image" />

		<media:content url="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/10/dscf5626.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/10/dscf5511.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/10/dscf5633.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/10/dscf5334.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Reporter Bencana</title>
		<link>http://sudutlemari.wordpress.com/2009/10/11/reporter-bencana/</link>
		<comments>http://sudutlemari.wordpress.com/2009/10/11/reporter-bencana/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 15:13:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>udut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gempa]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Reporter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudutlemari.wordpress.com/2009/10/11/reporter-bencana</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan dan pernyataan aneh para reporter yg menliput bencana gempa di Padang. Apakah Ibu mengharapkan anak ibu masih selamat dari reruntuhan ini?ditanyakan kepada seorang ibu yang menunggu anaknya sambil bercucuran air mata di depan reruntuhan bimbel gama di hari kedua gempa. Binatang pun masih ingin anaknya hidup mbak!!! &#160; Are you happy? ditanyakan kepada warga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudutlemari.wordpress.com&amp;blog=10279764&amp;post=26&amp;subd=sudutlemari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan dan pernyataan aneh para reporter yg menliput bencana gempa di Padang.</p>
<blockquote><p>Apakah Ibu mengharapkan anak ibu masih selamat dari reruntuhan ini?ditanyakan kepada seorang ibu yang menunggu anaknya sambil bercucuran air mata di depan reruntuhan bimbel gama di hari kedua gempa.</p></blockquote>
<p>Binatang pun masih ingin anaknya hidup mbak!!!</p>
<blockquote><p>&nbsp;</p>
</blockquote>
<blockquote><p>Are you happy? ditanyakan kepada warga negara Singapura yg sedang ditarik keluar oleh TNI dan ditemukan selamat dari reruntuhan.</p></blockquote>
<p>Siapa yg tidak senang diselamatkan dari reruntuhan???</p>
<blockquote><p>&nbsp;</p>
</blockquote>
<blockquote><p>Banyak sekali warga yg malah menonton proses evakuasi di hotel Ambacang,&#8221; kata mbak-mbak reporter tv merah dan kemudian melanjutkan &#8220;mereka malah menjadikan ini sebagai wisata bencana yg justru malah menganggu proses evakuasi yg sedang berlangsung.</p></blockquote>
<p>They just wanted to know mbak, and the one who tried very hard to get in to the police line was you, And you televisied it and made it as a primetime show so your audiences at home could see it. And if I saw it from TV, then was I classified as a disaster geek too?</p>
<blockquote><p>&nbsp;</p>
</blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sudutlemari.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sudutlemari.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sudutlemari.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sudutlemari.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sudutlemari.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sudutlemari.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sudutlemari.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sudutlemari.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sudutlemari.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sudutlemari.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sudutlemari.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sudutlemari.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sudutlemari.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sudutlemari.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudutlemari.wordpress.com&amp;blog=10279764&amp;post=26&amp;subd=sudutlemari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudutlemari.wordpress.com/2009/10/11/reporter-bencana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f039c2217363cebcbabfaead4074b20f?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">udut</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ratu Boko Palace</title>
		<link>http://sudutlemari.wordpress.com/2009/07/23/ratu-boko-palace/</link>
		<comments>http://sudutlemari.wordpress.com/2009/07/23/ratu-boko-palace/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 06:38:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>udut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Palace]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudutlemari.wordpress.com/2009/07/23/ratu-boko-palace</guid>
		<description><![CDATA[Boko Palace is located in Jogjakarta. It is not as famous as Prambanan and Borobudur Temple, but Boko is pretty much cleaner and astonishing. The other visitors I met when I was taking picture there showed up at 11 am.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudutlemari.wordpress.com&amp;blog=10279764&amp;post=118&amp;subd=sudutlemari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/07/dscf4951.jpg"><img class="aligncenter" src="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/07/dscf4951.jpg?w=225" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Boko Palace is located in Jogjakarta. It is not as famous as Prambanan and Borobudur Temple, but Boko is pretty much cleaner and astonishing. The other visitors I met when I was taking picture there showed up at 11 am.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sudutlemari.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sudutlemari.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sudutlemari.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sudutlemari.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sudutlemari.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sudutlemari.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sudutlemari.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sudutlemari.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sudutlemari.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sudutlemari.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sudutlemari.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sudutlemari.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sudutlemari.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sudutlemari.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudutlemari.wordpress.com&amp;blog=10279764&amp;post=118&amp;subd=sudutlemari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudutlemari.wordpress.com/2009/07/23/ratu-boko-palace/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f039c2217363cebcbabfaead4074b20f?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">udut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sudutlemari.files.wordpress.com/2009/07/dscf4951.jpg?w=225" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
